Jangan Baca Tak Penting, Demokrasi Ala Teriak-Teriak Rakyat Tetap Gantung

 Jangan Dibaca Bung, Tak Penting


Demokrasi ala Teriak-Teriak, Rakyat Tetap Gantung


Di banyak negara, demokrasi berarti rakyat menjadi subjek, ikut menentukan kebijakan, dan memiliki peluang untuk berkembang. Namun di Indonesia, sering terlihat demokrasi berubah menjadi teriak-teriak politik: retorika dan janji manis berulang kali diulang, tapi ruang rakyat untuk benar-benar berdaya tetap tertutup.


Pemimpin boleh beretorika soal kesejahteraan dan pembangunan, tapi kalau konsepnya salah kaprah, rakyat tetap digantungkan pada janji kosong. Media dan propaganda sering digunakan untuk menutupi kegagalan, sementara elite politik lebih fokus mempertahankan posisi dan kelompok kuasa mereka.


Politik sejati tidak memerlukan teriakan; rakyat akan merasakan hasil nyata dari kebijakan yang membangun peluang dan kesejahteraan. Jika demokrasi hanya dijadikan panggung retorika, rakyat tetap menjadi penonton, dan kesejahteraan yang dijanjikan tidak pernah benar-benar datang.


Kesimpulannya: demokrasi ala teriak-teriak hanya ilusi. Rakyat berdaya muncul dari kebijakan nyata dan ruang kompetisi yang terbuka, bukan dari suara keras pemimpin atau janji politik yang diulang-ulang.


Komentar

Postingan Populer