Tak Perlu Baca Kalau Yakin Sebagai Penjaga Pintu Surga, Surga Itu Urusan Pribadi, Negara Urusan Bersama, Tulisan Untuk Warga Dewasa
Dalam kehidupan berbangsa, sering kita mendengar orang sibuk mengatur rakyat supaya masuk surga. Seakan-akan hidup bernegara hanya untuk menentukan siapa yang layak masuk surga dan siapa yang tidak.
Padahal, mari kita berpikir jernih: apakah negara dibentuk untuk mengurus surga, atau untuk mengurus kehidupan nyata rakyatnya?
Di banyak negara maju, agama ditempatkan pada posisi yang mulia: urusan pribadi antara manusia dan Tuhannya. Negara tidak boleh ikut campur, karena surga dan neraka bukan ranah politik, melainkan keyakinan pribadi. Yang diurus negara adalah hal-hal nyata: ekonomi, pendidikan, kesehatan, keadilan, dan kebebasan warga.
Jika seseorang benar-benar yakin dengan imannya, ia cukup memperbaiki dirinya sendiri. Tidak perlu sibuk mengatur orang lain. Orang yang percaya diri akan masuk surga, justru tenang dan tidak ribut.
Sebaliknya, yang suka memaksa orang lain masuk surga sering kali sedang ragu dengan keselamatan dirinya sendiri.
Maka, mari kita kembalikan kesadaran:
Negara = urusan bersama untuk membangun keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan.
Surga = urusan pribadi yang tidak bisa dipaksakan kepada orang lain.
Dengan begitu, bangsa kita akan lebih dewasa. Kita sibuk membangun negeri, bukan sibuk mensertifikasi tiket surga.
Komentar
Posting Komentar